28 Feb S/d 2 Mar 2008 – Pengembangan Multimedia Pembelajaran

28 Feb S/d 2 Mar 2008 – Pengembangan Multimedia Pembelajaran


Depdiknas melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Balai Pengembangan Multimedia Semarang (PUSTEKKOM BPM Semarang) menyelenggarakan kegiatan pengkajian Program Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) pada tanggal 28 Februari 2008 s/d 2 Maret 2008, bertempat di Comfort INN Solo, Jl. Slamet Riyadi No. 366, Surakarta, Jawa Tengah.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan MPI baik berupa proram online maupun offline. Program MPI ini diharapkan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan siswa/siswi di lapangan. Peserta yang terlibat sebanyak 23 orang, terdiri atas 6 orang guru (guru SMP, SMA, dan SMK), 9 orang dosen, dan 8 peserta dari BPM Semarang.

Principal of Baba Studio, Zeembry, S.Kom diundang sebagai Ahli Media bersama dengan Bapak Uwes Chaeruman, M.Pd. (Pustekkom), Bapak Gatot Pramono, M.Pet. (Pustekkom) dan Bapak Bambang Yuwono yang diwakili oleh Bapak Irlan Rahardja (Pesona Edukasi Jakarta).

Hadir juga para Nara Sumber seperti Drs. Rusjdy S. Arifin, M.Sc. (Kabid. TI Pustekkom), Dr. Wina Sanjaya, M.Pd. (UPI Bandung) dan Prof. Dr. Abdul Gafur, M.Si. (UNY). Pembicara khusus dari Dr. rernat Wahyu Hardiyanto, M.Si. (UNNES) dan Dr. Arief S. Sadiman, M.Sc. (UT Jakarta).

Materi yang disajikan adalah Pengenalan MPI, Fenomena Pembelajaran Berbasis Multimedia, Optimalisasi Pemanfaatan Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran, dan Efektifitas Komunikasi dalam MPI. Setelah penyampaian materi dari berbagai sudut pandang, diadakan diskusi pengkajian program MPI. Dalam diskusi ini, para peserta diberi kesempatan untuk mengkaji program-program MPI yang telah disediakan dan menentukan bentuk inovasi seperti apa yang akan kita kembangkan.

Multimedia akan sangat membantu dalam dunia pendidikan, antara lain bermanfaat untuk mensimulasi hal-hal yang sulit dijelaskan oleh pengajar, membuat pengalaman belajar yang baru dan menarik, meningkatkan pemahaman siswa akan suatu topik sehingga menghemat waktu belajar, mendorong kreatifitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran dan kemudian dapat menciptakan inovasi-inovasi baru.

Multimedia terdiri dari kombinasi tulisan, gambar, suara, animasi, video dan interaksi. Tetapi Multimedia Pembelajaran Interaktif bukan hanya memindahkan isi buku ke aplikasi multimedia dalam bentuk CD. Pembelajaran adalah suatu proses, jadi peran Guru masih dibutuhkan bukan hanya sebagai pengajar tetapi juga teman belajar siswa. Ini akan menciptakan suasana belajar yang baik untuk terjadinya interaksi dan kreatifitas belajar.

Oleh karena itu, Zeembry banyak mendemokan dari sisi teknis tentang bagaimana memanipulasi elemen-elemen multimedia tersebut sehingga dapat memberikan sensasi pada siswa sebagai rangsangan untuk mempelajari sesuatu. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk menjadi kreatif, peran multimedia adalah bagaimana merangsang kreatifitas tersebut.

Tentunya tidak semua materi pelajaran dapat dijadikan pembelajaran Multimedia, peran buku juga masih dibutuhkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa. Peran Multimedia dibutuhkan untuk mensimulasikan hal-hal yang mendasar sehingga siswa dapat memahami secara baik untuk kemudian mereka dapat mandiri mengembangkannya. Dan dalam pengkajian tersebut, Guru dan Dosen kemudian memilih pelajaran mana dan dengan media apa bisa dijadikan format Multimedia.

Dunia pendidikan Indonesia sudah memasuki tahap baru untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu ajar. Semoga pendidikan Indonesia akan lebih maju dan menciptakan bibit-bibit unggul untuk membangun negara ini.

03 March 2008 ADMIN
Previous Post Keamanan Berinternet Next Post 12 S/d 15 Maret 2008 – Penyusunan Instrumen Standarisasi Quality Control MPI