BabaStudio In SWA Online

Anak-anak Muda Bertitel Pengusaha
Kamis, 18 Januari 2007
Oleh : Firdanianty

Melihat realitas seperti itu, anak-anak muda kreatif akhirnya memilih membuka lapangan pekerjaan baru. Di sisi lain, memiliki usaha memberi tantangan bagi anak-anak muda yang senang mengambil risiko ini. Dampak positifnya, ”Mereka akan lebih tertantang untuk selalu bekerja giat kalau ingin memperoleh hasil yang memuaskan. Sebab, seluruh hidupnya tergantung pada usaha sendiri,” kata Rhenald menandaskan. Tak mengherankan, dalam satu dekade terakhir, dunia bisnis makin diwarnai tokoh-tokoh berusia muda. Pascakrisis, orang bukannya takut pada bisnis, justru makin banyak bidang usaha baru yang bermunculan.

Tak dimungkiri, booming Internet memberi andil besar kepada anak-anak muda yang menggilai teknologi informasi. Sebab, dari bidang ini, ternyata banyak sekali peluang bisnis yang bisa digarap. Contohnya, Hengky Prihatna. Bersama tiga kawannya yang sama-sama keranjingan dunia web dan animasi, Henky membangun Baba Studio. Keempat anak muda ini tergabung dalam komunitas web dan animasi (Indonesia Flash Community) Baba Flash.com. Jumlah member komunitas yang terdiri atas kumpulan para praktisi (desainer, programer dan animator) ini sudah mencapai 16 ribu orang.

Dari komunitas ini, Henky menemukan tak sedikit anggotanya yang ingin belajar komputer secara offline. Akhirnya didirikanlah Baba Studio (Babaflash.com) pada 2003, yang awalnya hanya membidangi pusat pelatihan yang mengajarkan desain multimedia dan animasi. Aktivitas kerja berlangsung di kediaman salah seorang pendirinya di Tanjung Duren, Jakarta Barat, dengan menempati ruangan seluas 12 x 15 m2. Lokasinya sangat dekat dengan dunia kampus (Universitas Trisakti, Ukrida dan Universitas Tarumanagara), sehingga usaha ini pun berlangsung lancar. Seluruh aktivitas pemasaran dilakukan melalui web, word of mouth dan promosi melalui buku-buku yang ditulis Henky, di antaranya Animasi Web dengan Macromedia Flash Mx, 60 Efek Animasi Spektakuler Flash 8 dan, yang terbaru, Web Master Professional.

Seiring dengan perjalanannya, Baba Studio pun melengkapi unit bisnisnya dengan menyelenggarakan in house training untuk segmen korporat. Perusahaan yang menjadi kliennya antara lain PT Bintang Toedjoe, TNT Logistic, Bank Indonesia dan Bank Internasional Indonesia, juga menjadi konsultan untuk database World Health Organization seperti ketika kasus Tsunami 2 tahun lalu serta Landor Associated. “Kami sudah meluncurkan lebih dari 100 web,” kata mantan karyawan CBN ini.

Source: SWA Online