Key Benefit Of Java

Keunggulan (Key Benefit) Java :

1. Portability.
Fitur paling menjanjikan dari teknologi Java adalah bahwa kode Java hanya perlu ditulis dan dikompile sekali saja, setelah itu dapat dieksekusi dimana saja. Dimana saja, yaitu, pada platform yang memiliki JVM. Untungnya, keberadaan virtual machine sudah diterima dan diadopsi (dan diintegrasikan) oleh hampir semua sistem operasi. Juga diintegrasikan di dalam web browser, bahkan telah dibuat virtual machine untuk consumer electronic devices seperti television set-top box, PDA dan cell phone. Write Once, Run Anywhere!

2. Stability dan Reliablility.
Bahasa Java dan Virtual Machine dirancang untuk menghindari masalah-malasah umum yang dihadapi oleh programmer seperti un-initialized variable, null pointer, wild pointer, casting error, out-of-bound array index dan stack overflows. Masalah-masalah manajemen memori, dan null pointer akan ditangkap (dan dicegah) pada saat kompilasi. Error/kesalahan yang didapatkan oleh virtual machine pada saat eksekusi akan dilaporkan sebagai exception. Jadi, kejadian-kejadian ‘system crashed’ tidak akan terjadi dalam software-software Java.

3. Security.
Bahasa dan platform Java dari awal sudah dirancang dengan aspek sekuriti matang. Platform Java memperbolehkan kita mendowload kode Java yang tidak dijamin validitasnya dari internet dan menjalankannya dalam lingkungan yang aman sehingga tidak dapat merusak host, memasukkan virus, dan tidak bisa membaca/menulis ke hard drive (ada pengaturan akses).

4. Network-centric Programming.
“The network is the computer” adalah motto korporat Sun Microsystems dari dulu. Para perancang platform Java mempercayai kekuatan jaringan komputer dan mereka merancang Platform Java untuk menjadi network-centric. Dari sisi programmer, dengan Java, menjadi sangat mudah untuk mengakses resource yang terhubung dengan jaringan computer dan sangat mudah membangun applikasi computer berbasis jaringan menggunakan arsitektur client/server maupun arsitektur multitier.

5. Dynamic, Extensible.
Kode Java diorganisasikan dalam unit Object-Oriented yang modular bernama class. Setiap class disimpan dalam file terpisah dan dimasukkan kedalam virtual machine hanya pada saat class tersebut dibutuhkan. Itu juga berarti bahwa program java dapat meng-extend dirinya sendiri secara dinamis dengan menggunakan class-class yang dibutuhkan.

6. Object-oriented.
Bahasa Java yang berbasis object oriented memiliki karakteristik lebih mudah dipelihara dan efektifitas development yang lebih tinggi.

7. Internationalization.
Bahasa dan platform java dirancang juga dengan memikirkan Negara-negara lain, dalam hal ini phonetic alphabet dan ideographic character set-nya. Kebanyakan bahasa pemrograman menggunakan 8-bit character yang hanya meyediakan alphabet untuk bahasa Inggris dan bahasa-bahasa Eropa Barat saja. Java menggunakan 16-bit Unicode character yang dapat merepresentasikan semua phonetic alphabet dan ideographic character set yang ada di dunia.

8. Performance.
Kode Java dikompile menjadi byte-code (bukan menjadi instruksi mesin). JVM menjalankan program Java dengan menginterpretasikan instruksi bytee-code itu menjadi bahasa mesin. Dengan arsitektur ini, program java lebih cepat bila dibandingkan dengan bahasa program berbasis scripting, tetapi secara tipikal Java lebih lambat bila dibandingkan dengan program C atau C++ yang dikompile menjadi bahasa mesin. Belakangan, beberapa implementasi JAVA telah menyediakan compiler just-int-time , yang mengkonversi (secara on the fly) byte-code menjadi instruksi bahasa mesin. Dengan menggunakan compiler JIT, program Java dapat dijalankan dengan kecepatan yang dapat dibandingkan dengan program C dan C++.

Bagi yang ingin mengikuti kelas Java Enterprise, silahkan daftar di sini -> [ Daftar ]