Simulator : Solusi SEXY Untuk Training Masa Depan Modern

(Perjalanan Team Babastudio.com di Bandara Soekarno Hatta, untuk persiapan pembuatan Simulator di Landasan Pesawat)

Ide memaksimalkan proses training maupun belajar mengajar dengan teknik simulasi atau menggunakan simulator merupakan solusi masa depan kita. Simulator adalah sebuah alat peraga yang memiliki fungsi-fungsi  mirip dengan alat aslinya. Misalkan anda ingin menjadi seorang astronaut, solusi terbaik untuk memberikan pelatihan pada anda adalah dengan mengalami situasi “ASLI” di ruang angkasa. (Zero oksigen, dan minim Gravitasi) agar tubuh dan fikiran anda dengan cepat dapat beradaptasi. Tapi kendalanya adalah biaya nya luar biasa mahal untuk dapat terbang keluar angkasa dan training di sana (bayangin biaya roket, dan stasiun luar angkasa yang harus disediakan, belum lagi ada kemungkinan anda tidak lulus…huh….mahalnya minta ampun) Maka dari itu dibuatlah “SIMULATOR” agar dengan biaya murah dan waktu lebih singkat  tubuh dan fikiran seorang peserta training  dapat belajar lebih kilat dari biasanya karena memperoleh “kesan” sedang berada diluar angkasa.

Beberapa hal yang membuat simulator menjadi pilihan SEXY.

Bagi institusi-institusi besar dalam melakukan training pada karyawan barunya inilah beberapa hal yang membuat silulator sexy:
1. Waktu training lebih cepat (dua kali lipat).
2. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit.
    a. Misal seorang peserta training melakukan kesalahan  maka yang rusak adalah SIMULATOR nya dimana harganya  jauh lebih murah dari pada harga alat asli, bahkan beberapa simulator telah dirancang agar ketika si pengguna melakukan kesalahan tidak terjadi kerusakan apapun.
    b. Saat terjadi proses training pada karyawan baru oleh karyawan lama biasanya akan membuat tingkat Produktivitas menurun, karena perhatian karyawan lama terbagi dua yaitu antara mengajar VS melakukan proses produksi. Dengan memiliki Simulator hal ini dapat dihindari.
3. Karyawan baru membutuhkan pengalaman “memegang” alat asli untuk mendapatkan  “feel” nya Tapi perusahaan tidak dapat mengorbankan waktu produksi dengan menghentikan mesin hanya untuk proses Training saja. Dengan memiliki Simulator kebutuhan karyawan dan perusahaan dapat terpenuhi secara bersamaan.

Pengalaman babastudio.com membuat simulator

Salah satu perusahaan kaca terbesar di negri ini PT. ASAHIMAS (lihat kaca mobil kamu bisanya pasti ada lambang asahi di situ) . Meminta babastudio untuk membuat simulator bagi proses produksinya. Tujuannya adalah untuk meng Optimasi dan memaximize Proses training yang sudah berjalan.



Training without trainer With Maximum Result

Asahimas memiliki kesulitan untuk mentraining karyawannya terutama mesin-mesin tertentu yang Tidak boleh dimatikan dalam jangka waktu yang lama. (ada loh, mesin-mesin yang tidak pernah  dimatikan selama berhatun-tahun) .Karena jika dimatikan pada saat dihidupkan kembali ada proses adjustment yang memakan banyak waktu dan biaya .

Tidak sampai disitu kamipun menambahkan  Gamification (point and reward system) di dalam software kami hasilnya adalah sebuah simulator yang dilengkapi dengan Trainer yang berbicara dan mengajarkan Karyawan baru secara otomatis. Sehingga dapat terjadi proses belajar mengajat tanpa trainer. (training without trainer with maximum Result)

Hari ini tanggal 22-04-2013 babastudio diminta oleh pihak pengelola Bandara soekarno hatta (angkasa pura) untuk melakukan penelitian terhadap kemungkinan pembuatan Simulator dan Automatic learning System untuk para pengendara mobil-mobil penarik pesawat saat berada di Landasan pacu(mohon doanya yah…tantangan banget  nih soalnya).



Bagaimana Cara Membuat Simulator ?

Teknologi apa saja yang digunakan dalam pembuatan simulator ini. Ada 3 kelompok besar yaitu Software kemudian Hardware lalu yang ketiga adalah Interactive and Effective Learning Technology (IELT). Yang sering kali dilupakan oleh para pembuat simulator adalah komponen ketiga, IELT. Meskipunun dengan Hardware maupun software yang canggih.  Tanpa penguasaan IELT Hasil dari penggunaa Simulator akan menurun jauh sebesar 60 % sampai dengan 70% dari yang seharusnya. IET adalah science atau seni untuk membuat peserta training merasa nyaman, dan terus termotivasi belajar meskipun tidak di temani seorang mentor pun.

Menurut anda mana yang lebih enak, memiliki teman baik seorang Manusia atau sebuah robot. Tentu saja Manusia. Nah Simulator adalah “ROBOT” sedangkan “IELT” adalah “Jiwa” yang ditanamkan dalam softwarenya sehingga siapapun yang menggunakan simulator buatan babastudio.com seolah-olah berinteraksi dengan “manusia” meskipun sejatinya, dia sedang berinteraksi dengan “robot’.

IELT ini kami kuasai melalu pengalaman menjalankan training di bidang IT selama lebih dari 10 tahun. Kami meneliti apa yang membuat seseorang termotivasi untuk belajar dan apa yang membuat seseorang merasa Jenuh atau malas meneruskan proses belajar.

Sulit rasanya, bagi kami meskipun menguasi teknologi dalam bidang software dan hardware untuk membuat Simulator yang efektif tanpa pengalaman tersebut.

Masa depan adalah Milik para pembuat “OTAK ROBOT”

Sepertinya di masa depan nanti akan makin banyak robot-robot yang membantu kita di dalam kehidupan sehari-hari. Dan saat itu terjadi berbahagialah bagi siapapun yang telah menguasai cara membuat otak robot. Otak dari robot adalah software, dan seni membuat otak robot berarti seni untuk menulis bahasa pemrograman. Ayo belajar seni Programing Computer dari sekarang. Dan jadilah Penguasa Robot-Robot masa depan.